Pages

Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan

Terima Kasih Pak Copet

Setengah jam sebelum azan maghrib, akhirnya aku tiba di terminal Lebak Bulus. Suatu perjalanan yang panjang. Hebat. Depok-Lebak Bulus nyaris menyita waktu dua jam. Tapi begitulah jakarta, tak bisa dielak lagi. Macet adalah teman akrab kami, termasuk aku para korban semerawutnya transportasi ibu kota.

Kuselusupi keramaian terminal, tak peduli siapa dan apa yang terjadi di sekitarku. Yang aku rasa saat itu hanya satu, aku lelah.

Angkot merah bertuliskan Bintaro bernomor S08 kudapati tepat di depan pintu keluar terminal. Masih kosong, ahh masuk saja lah paling ''ngetem'' sebentar pikirku. Aku duduk di pojok sebelah kanan angkot sambil kuselonjorkan kakiku yang mulai terasa sakit. Satu persatu penumpang lain pun masuk. Tiga orang ibu-ibu yang disusul satu orang pemuda seumuranku duduk berhadapan denganku, sebut saja dia Doni (aku lupa berkenalan). Tiba-tiba suasana hati ku sedikit berubah, semacam firasat ada yang tidak beres di angkot ini. Bukan karena Doni, tapi perasaan itu ada ketika seorang bapak paruh baya dengan baju rapi membawa tas masuk ke dalam angkot. Bukan mau suudzhon tapi ya emang mukanya itu loh mencurigakan. Bom kah?? Ha

Karna Aku Bukan Koruptor


Foto itu aslinya diambil pas Idul Adha tahun lalu. Waktu jalan bareng anak Rohis ke Monas. Eh gak taunya  kemaren foto itu diminta ama Zainul temen satu liqo' (ngaji-red). Katanya dia mau ikutan lomba bikin poster anti korupsi. Dan katanya juga foto itu pas buat dijadiin bahan bikin poster (atau jangan2 muka aku mirip koruptor ya? oh tidak). Singkat cerita foto itu aku kirim ke Zainul via email, akhirnya dengan sentuhan ajaibnya, jadi deh beberapa poster anti korupsi yang keren-keren (menurut aku sih). Ya kita doain aja semoga posternya menang (barangkali dapet traktiran, hee). amiin 

Eits omongan kita gak sampe situ aja. Sebenernya yang paling penting bukan foto atau posternya itu loh. Ada satu yang cukup menarik untuk menjadi perhatian kita bersama. Isi posternya.

Karna aku bukan KORUPTOR. Eh jangan pada kabur ya, kita lagi ngomongin masalah bangsa ni, he. Berbicara tentang korupsi emang udah sering banget. Tapi kita juga gak boleh cuek ama masalah ini. Karena pada hakikatnya ini adalah masalah kita bersama (caile, udah kayak dosen kewarganegaraan nih). Tapi emang betul, coba kita buka mata, hati dan pikiran kita. Coba kita nonton TV, beritanya gak jauh-jauh dari namanya korupsi, kalo dulu sibuk banget ngomongin Jaksa Urip sekarang kita selalu disuguhin beritanya Om Gayus beserta teman-temannya. Berapa banyak uang rakyat yang diambil oleh para koruptor itu ya. Itu yang ter-ekspose. Belum lagi kalo kita sedikit ngelangkahin kaki keluar rumah. Ke rumah Pak RT buat ngurusin dokumen-dokumen aja biasanya udah ada indikasi tindakan k***psi. Belum lagi berurusan di kantor-kantor pemerintah, dengan alasan birokrasi kita sering banget terjebak sama-sama tindakan kayak gitu. Kantor polisi? jangan ditanya deh sama juga. (pengalaman beberapa hari yang lalu waktu dompet aku hilang T.T). Tuh kan terbukti kalo korupsi emang udah menjadi masalah yang cukup akut di sekitar kita. Ayo donk peduli. (^.^)/


Lalu? Kita harus ngapain? hee yang pasti sebelum kita jauh-jauh menuding orang lain melakukan tindakan korupsi ini, alangkah lebih bijaknya kalo kita introspeksi diri tentang perbuatan keji ini. Karena setiap orang tentu berpotensi untuk melakukan korupsi. Ada banyak bentuk korupsi yang terkadang tanpa sadar kita lakukan. Bukan masalah jumlah, toh sedikit atau banyak tetap aja namanya korupsi. Jika kita seorang mahasiswa atau pelajar bukankah kita masih sering mencotek, sadar sob itu korupsi juga tau, ayo beristighfar. Astaghfirullah. Ayo kita buktikan kalo poster ini emang benar sehingga sampai kapan pun kita tetap berani dan yakin ngomong bahkan berteriak "karna aku bukan KORUPTOR". Nah kalo semua orang sadar akan kejinya korupsi dan berani untuk tidak korupsi aku yakin negeri ini bakal adil, makmur, damai, sentosa dan diridhoi Allah, Amiin


Udahan ah soalnya harus belajar, kan lagi UTS (style anak baik, he), mohon doanya ya semoga UTS nya lancar. Oh ya met tahun baru hijriah 1432 H. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang semakin baik ke depan dan semoga setiap amal ibadah yang kita lakuin di tahun lalu di terima di sisi Allah amiiin

Kalo mau lihat posternya dengan desain yang lain ni aku kasih lihat

Zikir Sang Bocah

Rengek bunyi angkutan umum menghiasi sore ini. Jalanan macet melukis ibu kota semakin indah, begini yang saya suka. Pemandangan sore Jakarta. Pemandangan yang selalu membuat jiwa ini terhentak akan kelemahan diri, kelemahan yang tak mungkin terangkat lagi. 

Azan magrib begitu syahdu, menyambut kedatangan saya di terminal blok M, terminal yang dulu saya kenal sebagai terminal yang tak bersahabat, begitu banyak cerita kriminal di sana, membuat saya selalu curiga pada siapa saja di sana. Oh bodoh nya saya, seandainya saja saya bisa mencoba berbaik sangka pasti dari dulu telah saya dapati suasana indah seperti sore ini. Temaram cahaya lampu, bunyi khas mesin metro mini serta teriakan kondektur bus menjadikan sore di blok M kian berasa.